Artikel
Dynamic of groundwater table, peat subsidence and carbon emission impacted from deforestation in tropical peatland, Riau, Indonesia
Drainage canals have triggered peat subsidence and lowered groundwater table, enabling wildfires and peat degradation in Riau, Indonesia. This study examines the changes on groundwater table, peat subsidence rate, and carbon emission in response to deforestation and land cover changes. We established 31 study sites in some land cover types (i.e., oil palm plantation, acacia regrowth and shrub), with 124 monitoring shallow wells and 31 subsidence poles that were setup and have been monitored for 18 months. Groundwater table of all plots averaged -55 cm in Dosan Village, higher than that in Dayun Village (-66 cm). In accordance, peat had subsided in faster rate (8.4 cm year−1) in Dayun Village than that in Dosan (3.3 cm year−1). This average annual groundwater table has resulted in carbon emissions from peat decomposition up to 66 t CO2eq ha−1 year−1. On the other hand, canal discharge of these sites ranged from 2 to 73 dm3 s-1, averaging 26 dm3 s-1. These results evidence that land uses converted from peat forest, and the dimension of canal control the decrease in groundwater table, the pace of peat subsidence, and rate of carbon emissions in tropical peatlands.
Budidaya Ikan (Akuakultur) di Lahan Gambut
Pembuatan kolam di lahan gambut harus mempertimbangkan tahapan penggalian, hal ini karena pembukaan areal kawasan gambut beserta penggaliannya mempengaruhi kondisi hidrologi lahan gambut. Fungsi kolam akan menjadi wadah penampungan air, berbeda dengan kanal yang merupakan jalur pembuangan air dari lahan gambut menuju badan air. Posisi pembuatan kolam disarankan pada lokasi yang merupakan wilayah terendah di wilayah lahan. Apabila disekitar lahan untuk pembuatan kolam terdapat kanal, maka dipilih lokasi yang memiliki ketinggian lebih rendah atau minimal sama dengan ketinggian permukaan tanah di sekitar kanal untuk memudahkan memasukkan air ke dalam kolam secara gravitasi. Hal ini dapat ditentukan dengan melakukan pemetaan elevasi di sekitar wilayah kolam, sehingga arah aliran air secara umum dapat diketahui sebelum melakukan penentuan posisi kolam.
Pelatihan Pembangunan dan Pemantauan Dampak Sekat Kanal terhadap Tinggi Muka Air Tanah dan Penurunan Permukaan Lahan Gambut di Kabupaten Siak
Ekosistem gambut tropis di Indonesia telah banyak terdegradasi dan kehilangan fungsi lingkungannya, terutama di pulau Sumatera dan Kalimantan. Pembangunan sistem drainase untuk memfasilitasi berbagai kegiatan pembangunan di sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan telah mengeringkan sebagian besar lahan gambut. Hal ini telah meningkatkan risiko terjadinya bencana kebakaran dan banjir, serta mempercepat laju pemanasan global. Berbagai upaya telah dilakukan oleh berbagai pihak untuk mengembalikan kondisi dan fungsi lingkungan dari ekosistem gambut di Indonesia. Badan Restorasi Gambut (BRG) menjadi badan pemerintah yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan restorasi ekosistem gambut yang rusak akibat terjadinya kebakaran besar tahun 2015. Pembangunan infrastruktur pembasahan gambut dan penanaman kembali jenis-jenis endemik gambut di wilayah yang terdegradasi menjadi beberapa kegiatan utama restorasi gambut.